Camat Secanggang Kecewa Kadusnya Diamankan Polisi

Camat Secanggang, Aliandi, mengaku kecewa berat dengan perbuatan yang dilakukan aparaturnya (Kadus) Desa Telaga Jernih, terkait pungutan liar (Pungli) pengurusan Prona, karena hal ini telah mencoreng nama baik Kabupaten Langkat.

Dirinya juga tidak menyangka tiga orang kadus yang dia kenal secara baik, bisa melakukan pemerasan terhadap warga Dusun mereka yang berharap bantuan Pemerintah untuk mendapatkan status tanah yang bersertifikat.

“Saat ini saya sedang menelusuri apa yang terjadi sehingga mereka melakukan perbuatan itu,” katanya, Rabu (28/2).

Namun, Aliandi menduga, kepala Dusunnya meminta uang tersebut untuk biaya transportasi karena katanya kepala Dusun memegang peranan penting dalam pengurusan Program Nasional (Prona) yang diselenggarakan pemerintahan Jokowi.

“Kepala Dusun lah yang melakukan pengukuran tanah serta yang mengantarkannya ke BPN,” katanya.

Aliandi berharap agar peristiwa serupa tersebut tidak lagi terjadi di Kabupaten Langkat, khususnya di kecamatan Secanggang.

“Sebagai manusia kita tidak luput lupa kesalahan,” katanya.

Camat Secanggang juga meminta warganya untuk memaafkan tiga orang kepala Dusun Desa Telaga Jernih yang diamankan petugas kepolisian, Senin (26/3) pukul 19.00 WIB. Ketiga kadus tersebut ditangkap polisi karena memeras warga yang hendak mengurus sertifikat tanah.

“Kami berharap warga memaafkan kadus tersebut karena mungkin mereka khilaf. Ini menjadi pelajaran untuk kita,” kata Camat Secanggang, Aliandi.

Sebelumnya, tiga kepala Dusun di Desa Telaga Jernih Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat ditangkap petugas Satreskrim Polres Langkat, Senin (26/3).

Mereka yang diamankan yakni Sumardi (40) Kepala Dusun, Desa Telaga Jernih Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat, Sri Wahyuni (34) kepala dusun, Desa Telaga Jernih dan Ariadi (42). Ketiganya memeras warganya sebesar 850 ribu, agar surat tanah mereka menjadi sertifikat

Bagikan

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *